A Life Journey: Study at STM

Jumat tanggal 21 Juli 2017 kemarin adalah hari yang spesial sekaligus menyedihkan bagi saya. Spesial karena saya akan memasuki babak kehidupan baru sebagai mahasiswa kembali (walau harus didahului dengan jadi pengangguran sementara), dan juga menyedihkan karena harus meninggalkan lingkungan tempat saya menimba ilmu selama 22 bulan terakhir ini. Yup, I graduated from STM (Sekolah Tinggi Mediatrac, begitu teman-teman saya menyebutnya) two days ago. Take a deep breath guys, it’d gonna be a long post.

Continue reading “A Life Journey: Study at STM”

Advertisements

International Courier Service: DHL Express vs EMS Pos Indonesia

Hi! Setelah kurang lebih satu tahun vakum dari tulis menulis blog, akhirnya saya ada kesempatan untuk menulis lagi. Kali ini saya hanya akan membahas hal ringan-ringan seputar pengalaman mengirim dokumen ke negara lain. Dulu ketika saya akan mengirim dokumen ke mancanegara, saya mengalami kesulitan dalam menemukan referensi yang pas. Maka dari itu, untuk membantu teman-teman yang mengalami hal sama seperti saya, saya akan membuat ulasannya disini (walau mungkin banyak disisipi curcol).

Pertama yang akan dibahas adalah DHL express. Saya menggunakan jasa ini pada Januari 2017 dimana saya perlu mengirim dokumen ke Spanyol untuk seleksi Erasmus Mundus. Saat itu saya lagi niat-niatnya (dan berharap banget) mengejar beasiswa ini, oleh karena itu saya berusaha banget untuk do the best. Makanya pas saya diminta mengirim dokumen ke Spanyol, saya hanya ingin menggunakan courier service yang terbaik agar kiriman cepat sampai dan tepat waktu. Karena saya pernah membaca blog orang yang mengirim dokumen ke Swedia menggunakan DHL dan branding DHL yang katanya the best, saya pun memutuskan menggunakan jasa ini. Nah saat itu saya mengirim dokumennya 2 kali, dokumen persyaratan non IELTS yang saya kirim sendiri dan IELTS Result Form yang dikirim British Council (karena IELTS Result Form tidak bisa dilegalisir dan harus dikirim dari penyelenggara langsung). Jadi kebayang kan saya harus bayar courier service 2 kali. Di British Council mereka menggunakan DHL express untuk pengiriman dan tarif kirim IELTS Result Form ke Barcelona adalah 600 ribu (ketambahan ongkos cetak ulang form 50 ribu). On the other hand, dokumen saya yang satunya yang saya kirim sendiri menggunakan DHL Express kena tarif 760 ribu. Jeng jeng, kok lebih mahal ya tau gitu si saya titip ke staff BC aja haha. Saya saat itu kirim lewat DHL Express yang ada di Pancoran (yang kesananya butuh perjuangan menembus hujan setelah ngurus-ngurus dokumen Erasmus Mundus ke notaris). Yang perlu jadi notes tentang DHL Express Pancoran itu loket administrasinya di Jalan Pancoran Timur II depan Gudang sarinah. Jadi jangan mau diturunin abang ojek di Jalan Pasar Minggu Rayanya meskipun alamat resminya di Mulia Business Park karena itu jalan ke dalamnya masih jauh.

Continue reading “International Courier Service: DHL Express vs EMS Pos Indonesia”