International Courier Service: DHL Express vs EMS Pos Indonesia

Hi! Setelah kurang lebih satu tahun vakum dari tulis menulis blog, akhirnya saya ada kesempatan untuk menulis lagi. Kali ini saya hanya akan membahas hal ringan-ringan seputar pengalaman mengirim dokumen ke negara lain. Dulu ketika saya akan mengirim dokumen ke mancanegara, saya mengalami kesulitan dalam menemukan referensi yang pas. Maka dari itu, untuk membantu teman-teman yang mengalami hal sama seperti saya, saya akan membuat ulasannya disini (walau mungkin banyak disisipi curcol).

Pertama yang akan dibahas adalah DHL express. Saya menggunakan jasa ini pada Januari 2017 dimana saya perlu mengirim dokumen ke Spanyol untuk seleksi Erasmus Mundus. Saat itu saya lagi niat-niatnya (dan berharap banget) mengejar beasiswa ini, oleh karena itu saya berusaha banget untuk do the best. Makanya pas saya diminta mengirim dokumen ke Spanyol, saya hanya ingin menggunakan courier service yang terbaik agar kiriman cepat sampai dan tepat waktu. Karena saya pernah membaca blog orang yang mengirim dokumen ke Swedia menggunakan DHL dan branding DHL yang katanya the best, saya pun memutuskan menggunakan jasa ini. Nah saat itu saya mengirim dokumennya 2 kali, dokumen persyaratan non IELTS yang saya kirim sendiri dan IELTS Result Form yang dikirim British Council (karena IELTS Result Form tidak bisa dilegalisir dan harus dikirim dari penyelenggara langsung). Jadi kebayang kan saya harus bayar courier service 2 kali. Di British Council mereka menggunakan DHL express untuk pengiriman dan tarif kirim IELTS Result Form ke Barcelona adalah 600 ribu (ketambahan ongkos cetak ulang form 50 ribu). On the other hand, dokumen saya yang satunya yang saya kirim sendiri menggunakan DHL Express kena tarif 760 ribu. Jeng jeng, kok lebih mahal ya tau gitu si saya titip ke staff BC aja haha. Saya saat itu kirim lewat DHL Express yang ada di Pancoran (yang kesananya butuh perjuangan menembus hujan setelah ngurus-ngurus dokumen Erasmus Mundus ke notaris). Yang perlu jadi notes tentang DHL Express Pancoran itu loket administrasinya di Jalan Pancoran Timur II depan Gudang sarinah. Jadi jangan mau diturunin abang ojek di Jalan Pasar Minggu Rayanya meskipun alamat resminya di Mulia Business Park karena itu jalan ke dalamnya masih jauh.

Berbicara tentang Service, DHL Express pancoran ini pelayanannya ya quite good lah. Ruang tunggu bersih, CSnya ramah. Hanya saja saya kebagian penjaga loket yang  sepertinya masih baru, jadi petugasnya banyak-banyak bertanya ke temen disampingnya cara mengisinya bagaimana. Total waktu saya mengurus semuanya kurang lebih 20-30 menit, lumayan lama ya. Terkait tarif, DHL memberikan list tarif berdasarkan waktu sampainya. Saya saat itu milih yang 3 hari sampai dan ditawari opsi waktu sampai jam 9am atau 12pm, dimana yang 9am tarifnya 960 ribu, yang 12pm tarifnya 760 ribu. Gila beda 3 jam tarifnya beda 200 ribu. Untuk estimasi bisa juga kita cek tarif kirimnya di Mydhl. Karena bagi saya beda jam tidak begitu signifikan, saya pilih opsi yang lebih murah saja. Setelah semua proses selesai kita diberi print-printan berisi kode tracking. Sesampai di kosan, saya coba track kiriman saya ternyata status pengiriman sudah muncul, excellent! And finally di hari ketiga dokumen saya sampai juga di Barcelona. Kelebihan lain DHL adalah disediakannya juga bukti tanda tangan orang yang menerima paket kita, jadi tidak hanya tercantum nama penerima saja. Meanwhile, dokumen IELTS saya yang dikirim lewat British Council juga sampai dalam waktu 3 hari. Nah kan beda harga 160 ribu tapi sampainya sama.

Karena hasil Erasmus Mundus mengatakan kalo saya hanya masuk reserve list, yaudah saya pun berusaha move on dan mencari opsi kuliah lain. Gara-gara datang EHEFlah saya tahu jika Computer Science di Politecnico di Milano salah satu yang terbaik di Europe dan akhirnya mulai melirik apply ke sana. Setelah apply online, saya diharuskan mengirimkan dokumen persyaratan ke Milan. Belajar dari pengalaman memakai DHL Express yang bagi saya sangat berat dikantong, akhirnya saya mulai melirik EMS POS Indonesia. Awalnya saya sempat underestimate ke Pos Indonesia karena pengalaman pengiriman dokumen di dalam negri aja tidak jelas dan tidak sampai-sampai. Tapi kemudian teman di kantor saya bercerita bahwa dia mengirim dokumen ke Jerman menggunakan pos yang biasa bukan express hanya 50 ribu dan sampai dalam 10 hari. Wow, affordable sih ya. Karena alasan hemat itulah saya coba memakai POS Indonesia, tapi yang EMS express karena deadline nya sisa sebulan dan saya agak was-was menggunakan yang biasa. Jadilah saya mencuri-curi waktu kerja untuk ke kantor pos Mampang Prapatan. Pas saya kesana, kantor pos cukup ramai tapi alhamdulillah tidak ada antrian di bagian pengiriman paket. Bicara fasilitas seperti ruang tunggu, kantor pos pasti kalah lah ya sama DHL. Tapi soal kelihaian petugas pengirimin paket, pegawai pos jago banget. Mas petugasnya talk less do more banget, tidak banyak tanya-tanya tahu-tahu sudah siap kirim. Kelemahannya internet kantor pos lambat jadi prosesnya memakan waktu yang lumayan lama. Tapi penantian itu tidak akan berasa ketika biaya yang dikeluarkan hanyalah (sok banget hanya) 350 ribu untuk layanan express 3 hari sampai. Coba jika memakai DHL lagi, biaya yang dikeluarkan bisa dua kali lipat ++ kan.  Setelah semua selesai kita akan diberi cetakan kode tracking. Sayangnya tracking di EMS pos ini agak lambat, baru hari kedua kita bisa lihat statusnya dan updatenya juga lama. Ini yang sempat bikin deg-degan dan ragu sih. But finally, kiriman dokumen sudah sampai di Milan pada hari ke empat. Memang sih telat sehari, tapi tidak signifikan kok dan untuk harga segitu, it’s very affordable.

Well, setelah cerita ngalor ngidul tentang DHL express dan EMS Pos Indonesia Express (yang banyak dibumbui curhat), saya membuat sum up nya dibawah agar lebih mudah dibaca.

DHL Express

+ Fasilitas (ruang tunggu, loket) oke dan nyaman

+ Tracking real time, update lebih cepat bahkan ada bukti signature-nya recipient

+ Sampai tepat waktu

– MAHAL, dengan terlalu banyak skema yang ditawarkan dan gap harga yang besar.

EMS POS Indonesia

+ MURAH

+ Skillful staff

+ Sampainya cepat, walau tidak tepat 3 hari, tapi masih dalam batas yang POS Indonesia janjikan (3-5 hari)

– Fasilitas kurang (ruang tunggu, internet lambat sehingga servicenya lama)

– Update trackingnya lama dan tidak real time

Jadi dengan mempertimbangkan aspek-aspek diatas, I recommend EMS POS Indonesia of course. Servicenya murah, tapi ga murahan. Intinya jika akan mengirim barang saya hanya ingin barang cepat sampai tujuan, hal lain misal ruang tunggu bagus dsb sih itu bonus aja ya 🙂

Advertisements