A Life Journey: Study at STM

Jumat tanggal 21 Juli 2017 kemarin adalah hari yang spesial sekaligus menyedihkan bagi saya. Spesial karena saya akan memasuki babak kehidupan baru sebagai mahasiswa kembali (walau harus didahului dengan jadi pengangguran sementara), dan juga menyedihkan karena harus meninggalkan lingkungan tempat saya menimba ilmu selama 22 bulan terakhir ini. Yup, I graduated from STM (Sekolah Tinggi Mediatrac, begitu teman-teman saya menyebutnya) two days ago. Take a deep breath guys, it’d gonna be a long post.

Perjalanan saya di Mediatrac atau yang sekarang dikenal sebagai Dattabot (tapi saya sendiri lebih suka menyebut Mediatrac) dimulai pada 5 Oktober 2015. Dari masa skripsian saya memang sudah mengincar perusahaan ini karena ada seorang teman yang memberi tahu jika ingin mendalami Data Science dkk, cobalah ke Mediatrac yang memang terkenal sebagai the leading of Big Data Analytics in Indonesia. Kebetulan sekali pas baru selesai sidang saya buka-buka jobstreet dan menemukan lowongan Data Engineer yang cocok dengan minat dan background saya. Akhirnya sampailah saya dipanggil HR untuk menjalani berbagai tes dan interview hingga akhirnya mulai bekerja di awal Oktober 2015. Suatu nikmat yang tak terkira karena saya bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai minat hanya sebulan setelah selesai sidang dan bahkan sebelum wisuda, Alhamdulillah.

WP_20170721_005.jpg
Workspace saya di kantor, menghadap langsung ke jendela besar sehingga kalau hujan bisa langsung keliatan, syahdu dan menambah ketenangan kerja 🙂

Di Mediatrac saya bergabung di tim Technology Services yang mengerjakan project-project client. Di tim Data Engineer sendiri saya menjadi yang paling buluk karena saya ditemani oleh tiga orang Data Engineer cantik yang selalu update make up kekinian dan style terbaru. Secara pekerjaan saya di supervisi oleh Mas Galih yang baiknya gak ketulungan bahkan di akhir-akhir sangat mendukung saya melanjutkan studi lanjut. Ya, saya memang berniat lanjut kuliah S2 karena cita-cita utama saya menjadi akademisi. Banyak yang nanya, lah kenapa gak langsung kuliah saja kenapa harus kerja dulu. Kalau mau jawaban simple sih saya butuh uang biar bisa mandiri dan menyiapkan kelengkapan beasiswa. Cerita tentang motivasi lanjut kuliah dan cerita-cerita perjuangan di baliknya nanti akan saya buat di post lain, insyaallah. Back to topic, diawal bekerja saya di brief sama Pak Tio, sesepuhnya Mediatrac, orang dibalik ide-ide teknologi yang ada disini. Makanya ini adalah suatu kesempatan yang sangat bagus buat saya bisa belajar langsung dari beliau. Di masa ini saya dikenalkan dengan teknologi-teknologi big data yang belum pernah saya sentuh kaya Hadoop, Hive, Sqoop, Impala dkk dan diberi tugas untuk meng-enhance tools geocoding. Saya senang dengan tugas ini karena kemampuan coding saya bisa terasah kembali.

Di awal tahun 2016 saya diberi kepercayaan untuk terjun langsung menghandle project client di Bank Indonesia. Kurang lebih selama 4 bulan saya on site di BI untuk mengerjakan pilot project Big Data mereka. Awal-awal bekerja on site saya merasa senang karena merasa digunakan sebagai ajang rekreasi. Tapi lama-lama saya jenuh dan sedikit tertekan dengan pekerjaan disana. Disaat itulah saya mencoba-coba mencari pekerjaan lain yang non consulting. Akhirnya ada suatu kesempatan saya mengikuti rangkaian tes 5 tahap di suatu telco provider di Mega Kuningan dan di terima di tim Postpaid Data Analytics. Tapi keluarga saya mengingatkan saya untuk ingat pada tujuan utama saya, mempersiapkan kuliah lanjut, dan menyarankan tetap bertahan di Mediatrac karena perusahaan inilah yang paling sesuai dengan saya dengan kefleksibelannya.

Masa di pertengahan hingga akhir tahun 2016 adalah masa-masa gabut bagi saya karena tidak ada project khusus yang saya handle. Jadinya saya mengerjakan tugas-tugas printilan macam scraping web untuk menambah database Point of Interest, riset-riset teknologi Spark untuk aplikasi routing dsb. Disaat ini saya menemukan teman belajar yang sangat kooperatif sebut saja Sohay yang mengajari saya banyak hal teknis. Pertengahan 2016 adalah masa paling menyenangkan di Mediatrac karena disini saya menemukan teman-teman yang baik dan kompak serta saya merasa di saat ini juga saya bisa banyak bermain mencoba teknologi baru, termasuk juga mendapatan kesempatan besar mengikuti Data For Life Conference yang diisi narasumber tingkat dunia.

IMG-20160831-WA0042.jpg
Tim Technology Service di pertengahan 2016 saat Data for Life Conference, masih lengkap dan rame

Tibalah di penghujung 2016 dimana banyak sekali personil-personil Technology Service yang menemukan tempat berkarya baru. Karena itulah saya akhirnya diberi tanggungjawab mengurus Data Processing untuk project di suatu FMCG sebut saja SDN hingga berakhir masa tugas saya di Mediatrac. Di project SDN inilah masa-masa penuh pembelajaran buat saya, secara teknologi memang tidak ada penambahan skill signifikan, namun secara interpersonal skill saya mendapatkan pengalaman berarti. Belajar memahami kemauan client secara langsung dan menyusun requirement karena tidak ada Business Analyst, bersabar bolak balik ke BSD untuk on site ataupun meeting, hingga mengerjakan QA QC serta dokumentasi yang baik. Lewat project inilah saya belajar bisa berinteraksi bisnis secara professional. What a valuable experience!

Di awal tahun 2017 ini pula banyak terjadi perubahan komposisi tim. Jika sebelumnya saya paling buluk di tim Data Engineer karena dikelilingi tiga wanita cantik, dimasa ini saya jadi paling cantik karena dikelilingi 3 Mas Mas Data Engineer (walau yang 2 Dedek Dedek sih haha). Dimasa ini pula ada perubahan struktur organisasi baru dan perubahan working culture yang tidak sefleksibel dulu. Jika dulu bisa masuk kapan saja asal sehari 8 jam, sekarang diharuskan masuk jam 8.30.

Tibalah masa saya harus mengakhiri perjalanan saya di Mediatrac ini kemarin. Rasanya nano-nano banget di hari last day,  sedih karena di hari itu sekitar 50%  teman-teman satu tim tidak di kantor karena ada yang on site di client dan ada pula yang sedang mengikuti training. Saya merasa terharu sekaligus bersalah karena teman-teman repot menyiapkan kenang-kenangan berupa tas cewek (tahu kan maksudnya), karena katanya pengin liat saya gak pakai ransel terus. Saya merasa bersalah juga karena tidak prepare saat membeli snack perpisahan sehingga kurang secara kuantitas. Inilah foto kenang-kenangan saya kemarin saat last day di tim Technology Service (yang sekarang namanya berubah jadi Analytics Service).

img-20170721-wa0002.jpg
Tim Analytics Services di last day saya, sepi

Terima kasih tak terkira untuk semua teman-teman Mediatrac yang menemani suka duka bekerja bersama. Teman-teman alumni yang sudah banyak membantu saya seperti: Mas Galih, best work supervisor ever, yang selalu memperhatikan personal development timnya dan bersedia direpotkan urusan surat rekomendasi; Arum, Disya, Nadia, teman-teman ex Data Engineer yang selalu bisa menjadi tempat diskusi kerjaan ataupun curhat; Sohay yang sudah mengajari saya ilmu-ilmu teknis baru; Widya yang selalu menyemangati saya untuk selalu lancar menyiapkan aplikasi sekolah,
Kak Dito, yang enak banget kalo diajak sharing baik hal teknis ataupun tentang kehidupan. Dan tak lupa rekan-rekan di Mediatrac yang masih bertahan hingga saat ini. Pak Felix, division lead yang sangat humble, selalu dekat dan perhatian dengan anggota timnya. Mas Rian, supervisor baru saya yang mengajarkan saya untuk kerja teratur dan professional. Mas Vale yang selalu siap siaga menjaga project SDN dan memprovide segala kebutuhan tim. Mas Adri, partner ngapak yang berasal dari SMA rival di Purwokerto yang selalu bantu kesulitan saya termasuk bantu provide surat rekomendasi juga ketika Mas Galih sudah tidak di Mediatrac. Mas Deby, teman seperjuangan di SDN, yang sering mengingatkan kalo saya harus selalu ingat sama yang diatas disamping berikhtiar maksimal, selain pernah membantu saya mendapatkan tempat menginap saat ujian SIMAK di Depok. Fiqri, yang selalu bisa diandalkan menggantikan tugas saya ketika saya mendadak cuti/ijin untuk urus-urus sekolah. Asep dan Rizka, my fellow Data Engineer, yang jadi tempat diskusi kalo nemu masalah teknis. Rio, Mas Bagus, Mas Wawan, Mba Risma, Desy, Ka Mia, Iman, Rizky, Dina, Mas Maxwell, atas segala kerjasama dan canda tawanya. Dan terakhir Ala, selebtwit paling hits yang selalu nemenin makan, sholat dan bahkan bantu rekamin video berkali-kali untuk aplikasi beasiswa. Ala ini yang selalu jadi organizer ketika ada yang ultah, bukber, atau nyiapin hadiah kalo ada yang resign. Di last day kemarin dia juga so sweet banget naruh coklat di meja saya pagi hari.

Selain itu saya juga ada wanita-wanita tangguh dari lain divisi yang suka jajan-jajan bareng. Ninggar, teman pertama di Mediatrac karena first day di hari yang sama, sesama scholarship hunter yang sering mbolang bareng dari satu education fair ke education fair lain. Riska, si teteh yang hampir tiap hari bersama Ninggar dan Arum selalu dengerin saya curhat galauin sekolah dan beasiswa, maaf ya kalo saya kebanyakan galau haha. Whina, sesama scholarship hunter juga yang selalu sharing info beasiswa dan sering banget mengoreksi essay saya. Gita, teman curhat dan jajan yang cheerfull dan akrab ke semua orang, yang saya kalo curhat ke dia bisa tanpa tedeng aling-aling banget. Bebs Winda, tetangga yang selalu ngajak makan bareng kalau weekend tapi saya selalu susah dihubungi karena tidur, maaf ya Win. Walau sudah pada misah-misah kerjanya, tapi kami masih jalin komunikasi baik online maupun offline, misal bukber puasa kemarin. Wanita-wanita ini juga yang selalu repot-repot kasih surprise kalo ada yang ulang tahun. Thank you so much for all your kindness, ladies.

13256441_10201535582389574_5007166969473662730_n.jpg       IMG-20170619-WA0004.jpg

Kiri : wanita-wanita yang bikin surprise untuk saya di 2016, kanan: wanita yang tersisa ditambah dua mas mas saat ultah saya di 2017 (setahun berlalu saya masih memakai baju yang sama masa haha)

IMG-20170722-WA0001.jpg
Teman-teman wanita lintas divisi yang kebanyakan sudah alumni, masih menyempatkan silaturahmi di buka bersama ramadhan kemarin

Tanpa orang-orang hebat diatas, hari-hari saya di Mediatrac tidak akan se-menyenangkan kemarin-kemarin. Masing-masing dari mereka membawa cerita tersendiri yang memberikan pengaruh positif ke saya. Salah satu chapter kehidupan saya di Mediatrac memang baru saja ditutup kemarin, tapi insyaallah pelajaran yang didapat disini baik berupa ilmu teknis maupun ilmu kehidupan akan selalu berguna sampai akhir hayat saya.

Advertisements