Panduan Menginstall Tensorflow dengan GPU di Windows

Pada kesempatan ini saya akan memberikan tutorial untuk mengkonfigurasi Deep Learning Library yaitu Tensorflow agar berjalan di GPU. Tensorflow merupakan opensource library untuk komputasi numerik yang menggunakan prinsip graph[1] . Node pada graph merepsentasikan operasi matematika dan edge pada graph mereprsentasikan multidimensional array (yang disebut tensor). Tensorflow juga menyediakan library untuk Machine Learning dan Deep Learning. Selain itu, Tensorflow memungkinkan kita untuk melakukan komputasi parallel dengan menggunakan CPU maupun GPU. Berdasarkan  referensi yang saya baca, penggunaan GPU dapat meningkatkan performa[2][3].

Continue reading “Panduan Menginstall Tensorflow dengan GPU di Windows”

Advertisements

A Life Journey: Study at STM

Jumat tanggal 21 Juli 2017 kemarin adalah hari yang spesial sekaligus menyedihkan bagi saya. Spesial karena saya akan memasuki babak kehidupan baru sebagai mahasiswa kembali (walau harus didahului dengan jadi pengangguran sementara), dan juga menyedihkan karena harus meninggalkan lingkungan tempat saya menimba ilmu selama 22 bulan terakhir ini. Yup, I graduated from STM (Sekolah Tinggi Mediatrac, begitu teman-teman saya menyebutnya) two days ago. Take a deep breath guys, it’d gonna be a long post.

Continue reading “A Life Journey: Study at STM”

International Courier Service: DHL Express vs EMS Pos Indonesia

Hi! Setelah kurang lebih satu tahun vakum dari tulis menulis blog, akhirnya saya ada kesempatan untuk menulis lagi. Kali ini saya hanya akan membahas hal ringan-ringan seputar pengalaman mengirim dokumen ke negara lain. Dulu ketika saya akan mengirim dokumen ke mancanegara, saya mengalami kesulitan dalam menemukan referensi yang pas. Maka dari itu, untuk membantu teman-teman yang mengalami hal sama seperti saya, saya akan membuat ulasannya disini (walau mungkin banyak disisipi curcol).

Pertama yang akan dibahas adalah DHL express. Saya menggunakan jasa ini pada Januari 2017 dimana saya perlu mengirim dokumen ke Spanyol untuk seleksi Erasmus Mundus. Saat itu saya lagi niat-niatnya (dan berharap banget) mengejar beasiswa ini, oleh karena itu saya berusaha banget untuk do the best. Makanya pas saya diminta mengirim dokumen ke Spanyol, saya hanya ingin menggunakan courier service yang terbaik agar kiriman cepat sampai dan tepat waktu. Karena saya pernah membaca blog orang yang mengirim dokumen ke Swedia menggunakan DHL dan branding DHL yang katanya the best, saya pun memutuskan menggunakan jasa ini. Nah saat itu saya mengirim dokumennya 2 kali, dokumen persyaratan non IELTS yang saya kirim sendiri dan IELTS Result Form yang dikirim British Council (karena IELTS Result Form tidak bisa dilegalisir dan harus dikirim dari penyelenggara langsung). Jadi kebayang kan saya harus bayar courier service 2 kali. Di British Council mereka menggunakan DHL express untuk pengiriman dan tarif kirim IELTS Result Form ke Barcelona adalah 600 ribu (ketambahan ongkos cetak ulang form 50 ribu). On the other hand, dokumen saya yang satunya yang saya kirim sendiri menggunakan DHL Express kena tarif 760 ribu. Jeng jeng, kok lebih mahal ya tau gitu si saya titip ke staff BC aja haha. Saya saat itu kirim lewat DHL Express yang ada di Pancoran (yang kesananya butuh perjuangan menembus hujan setelah ngurus-ngurus dokumen Erasmus Mundus ke notaris). Yang perlu jadi notes tentang DHL Express Pancoran itu loket administrasinya di Jalan Pancoran Timur II depan Gudang sarinah. Jadi jangan mau diturunin abang ojek di Jalan Pasar Minggu Rayanya meskipun alamat resminya di Mulia Business Park karena itu jalan ke dalamnya masih jauh.

Continue reading “International Courier Service: DHL Express vs EMS Pos Indonesia”

A Short Trip to Jogja

Last month, I received an email from Australia Awards officer that mainly inform that I was the shortlisted candidate for Australia Awards Scholarship (AAS) interview section. I was really surprised at that time because I think that I’ve uploaded the wrong document before and believe that I’ll not be chosen for the next process. Alhamdulillah, Allah gave a chance for me and I didn’t want to miss it. However, a little bit problem was also found. I had to join selection in Jogjakarta since I wrote Purwokerto as my address when I applied for the scholarship. I think the officer considered to put me there because it’s the nearest location to Purwokerto. So, here they are, I’ll share my story regarding my short trip to Jogja. I won’t share the process for AAS 2nd selection because I believe you can easily find this kind of information on other’s blog.

Continue reading “A Short Trip to Jogja”

What’s MSP and How to Join

Hallo!! Pada postingan kali ini saya akan sedikit bercerita tentang MSP a.k.a Microsoft Student Partner. Microsoft Student Partner (MSP) adalah program yang di selenggarakan oleh Microsoft dengan skala global untuk mensponsori para mahasiswa yang tertarik dengan teknologi, khususnya teknologi Microsoft. Ratusan mahasiswa dari seluruh dunia telah tergabung dalam program ini, termasuk mahasiswa dari Indonesia. Pada tahun 2014 lalu alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk bisa tergabung dalam MSP ini untuk mewakili Universitas Bakrie. Selama tergabung dalam MSP, banyak sekali pengalaman yang saya dapat dan sangat membantu untuk meningkatkan hardskill dan softskill.

Di Indonesia MSP dipimpin oleh Kak Yugie Nugraha, seorang Developer Experience di Microsoft Indonesia yang dulunya juga MSP selama beliau masih berstatus mahasiswa. Program kerja MSP Indonesia sendiri dijalankan per region, yakni region Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah & DIY serta Jawa Timur. Masing-masing region dipimpin oleh Lead dan Co-Lead yang berstatus MSP juga. Inti program dari MSP Indonesia sendiri adalah Adopt and Sharing. Adopt artinya kita sebagai MSP dituntut untuk bisa mempelajari dan selalu update dengan teknologi microsoft. Selain belajar mandiri, MSP juga sering mendapatkan training dari MSP Lead seputar teknologi Microsoft. Sementara itu, Sharing artinya seorang MSP diharapkan bisa membagikan pengetahuannya seputar teknologi Microsoft kepada rekan-rekan di lingkungan kampusnya. Sebagai perwujudan dari sharing ini, tiap regional menjalankan program bernama “MSP Spark” yaitu sebuah workshop tentang tema tertentu (masih seputar teknologi Microsoft tentunya) yang dijalankan di kampus-kampus MSP secara bergiliran. Selain program regional tersebut, seorang MSP diharapkan juga bisa men-sharing ilmunya secara mandiri (atau bekerja sama dengan rekan MSP di kampusnya) kepada rekan-rekan dikampusnya. Sharing ini bisa dilakukan secara personal ataupun melalui workshop/tutorial. Saya sendiri pernah mengadakan tutorial cara membuat games dengan construct 2 dan saat itu bekerja sama dengan UKMA IT untuk penyelenggaraanya. Tak disangka-sangka yang ikut waktu itu adalah anak-anak dari jurusan non IT.

Tutorial Membuat Games dengan Construct 2
Tutorial Membuat Games dengan Construct 2 di Univ. Bakrie

Nah setelah bercerita tentang tugas-tugas MSP, sekarang saya akan cerita tentang keuntungan menjadi seorang MSP. Selama kurang lebih setahun menjadi MSP, berikut adalah benefit yang saya dapatkan:

1. Training Gratis

Pihak Microsoft selalu memberikan traning gratis kepada MSP apabila ada teknologi baru Microsoft yang baru rilis. Saya pun mendapatkan kesempatan untuk mengikuti training cara membuat games dengan Unity yang dibawakan langsung oleh Kak Yugie selaku MSP Lead dan juga DX di Microsoft Indonesia.

2. Kemudahan Mendapatkan Resource untuk Belajar Teknologi Microsoft

MSP diberi kemudahan untuk bisa mendapatkan akses belajar teknologi microsoft secara mudah. Selain itu, kita juga dengan mudah bisa saling bertukar ilmu dengan sesama rekan MSP. Nah jadi jika suatu saat kita mengalami kesulitan selama belajar, kita bisa bertanya ke rekan MSP lainnya dan mereka pun dengan senang hati akan membantu kita.

3. MSDN Subscriptions

Nah ini nih salah satu benefit yang paling dinantikan oleh MSP Senyum dengan mulut terbuka. Setiap MSP yang aktif berhak untuk menjadi MSDN Subscriber  dimana dengan fasilitas ini kita mempunyai akses untuk mendapatkan license software-software Microsoft secara gratis. Yeaayyy!!!

4. Sertifikasi Gratis

Microsoft tidak hanya peduli kepada para MSP ketika mereka masih aktif saja, namun mereka juga mempersiapkan para MSP ini agar bisa memiliki “nilai jual” ketika para MSP lulus. Salah satu caranya adalah dengan memberikan voucher gratis untuk sertifikasi. Pada bulan November 2014 lalu, World Wide MSP memberikan 15 voucher sertifikasi gratis untuk tiap MSPnya di seluruh dunia. Saya sendiri saat itu hanya mengambil 2 exam yang sesuai passion saya, Software Development Fundamental dan Database Fundamental. Alhamdulillah saya bisa lulus dari 2 exam tersebut dan kini sudah memegang sertifikat Microsoft Technology Associate untuk bidang Software Development Fundamental dan Database Administration Fundamental Senyum dengan mulut terbuka

5. Network

Selama menjadi MSP ini saya berkesempatan untuk bertemu dengan orang-orang hebat dari Microsoft Indonesia. Selain itu, saya juga jadi bisa menjalin pertemanan dengan rekan-rekan MSP dari berbagai universitas di Jabodetabek. Tak jarang pula kami diberi kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam event Microsoft sebagai panitia atau co-trainer. Seperti tahun lalu misalnya, saya berkesempatan menjadi panitia di final Imagine Cup dan bertemu Microsofties (sebutan untuk karyawan Microsoft) disini. Beberapa bulan lalu saya juga ikut dalam event Hour of Code yang diselenggarakan atas kerjasama Microsoft Indonesia dan Coding Indonesia. Disini saya menjadi tutor coding untuk anak-anak SMP dan berkesempatan untuk mengenal beberapa karyawan Coding Indonesia. Dan ada dampak positif dari sini. Minggu lalu saya dihubungi karyawan Coding Indonesia untuk menjadi part time tutor disana. Nah kan, dari network ini bisa mendatangkan rezeki buat kita Senyum

6. Serba Gratisan Lainnya

Selain software gratisan dan Sertikasi gratisan, MSP juga sering banget yang namanya dapat outfit gratisan. Dari awal masuk aja, kita udah dapat dua buah Jaket gratis. Belum lagi kalau kita rajin datang training atau event nya Microsoft, udah pasti kita pulang dapat kaos. Selain outfit ada pula barang gratisan lainnya semacam flash disk dan gadget. Gadget iya gadget. Jadi MSP Indonesia Lead ini sering banget mengadakan challenge untuk MSP. Dan hadiah dari challenge tersebut berupa Lumia atau Windows Tablet. Asik kan.

Setelah tahu benefit yang didapat dari seorang MSP, kalian yang baca ini juga jadi pengin kan bergabung jadi MSP kan? Senyum sambil berkedip Lewat postingan ini juga saya ingin menyampaikan kabar gembira bahwa MSP Indonesia saat ini sedang membuka recruitment. Buat kalian yang saat ini sedang ada di semester 3 sampai dengan 4 yuk segera gabung. Langkah daftarnya gampang banget kok.

1. Buka halaman ini

2. Isi online form yang ada pada halaman tersebut

3. Selesaikan salah satu course yang ada pada MVA sesuai list yang ada pada halaman tersebut. Yang belum tahu apa itu MVA bisa cek disini.

4.  Kirim konfimasi ke email MSDN Indonesia (msdnindo@microsoft.com) dengan detail sebagai berikut :

Subject Email: Report MVA for MSP Oprec 2014
Name:
Email:
University:

5. Like fanspage nya MSP disini

Sebenarnya langkah-langkahnya udah detail dijelaskan pada halaman tersebut sih. Tinggal baca dengan seksama aja. Hehe. Namun jika kalian bingung saat akan mendaftar, saya siap membantu teman-teman semua. Tinggal kirim email aja ke mei.silviana@studentpartner.com atau lewat japri lainnya kalo kalian udah kenal dengan saya. Hehe. Jangan lupa follow juga twitter MSP Indonesia (@MSPIndonesia) biar ga ketinggalan infonya. Goodluck for the recruitment!

Anybody can learn code! A short report of #HourOfCode

Pada postingan kali ini, saya akan membagikan pengalaman saya menjadi tutor dalam acara Hour of Code pada hari Jumat, 12 Desember 2014 kemarin. Secara singkat, Hour of Code(HoC) adalah sebuah program yang diselenggarakan secara global untuk mengenalkan code selama satu jam kepada pelajar. HoC ini diselenggarakan dalam rangka Computer Science Education Week dan berlangsung selama 7 hari, yakni tanggal 8-14 Desember 2014. Tujuan HoC itu sendiri adalah mengenalkan pada pelajar bahwa coding itu mudah dan ga semengerikan *lebay* yang dibayangkan.

Di Indonesia sendiri, HoC ini diselenggarakan dua kali, tanggal 9 Desember 2014 dan 12 Desember 2014 dan keduanya diselenggarakan di @atamerica, Pacific Place. Saya sendiri berkesempatan untuk mengikuti sesi kedua, yakni tangga 12 Desember 2014. HoC Indonesia diselenggarakan atas kerjasama Microsoft Indonesia dan Coding Indonesia. Nah kenapa saya kok bisa jadi tutor di acara ini? Jadi gini ceritanya, saat itu ada tawaran dari MSP Indonesia Lead (Kak Yugie) buat MSP Jabodetabek untuk menjadi tutor di acara ini. Karena emang suka ngajar dan pengin dapat pengalaman baru, saya pun ga menyia-nyiakan kesempatan ini. Kebetulan juga hari itu saya ga ada jadwal dan bisa buat refreshing dari skripsi :3

Continue reading “Anybody can learn code! A short report of #HourOfCode”

Mengatasi Device Windows Phone yang Tidak Terdeteksi

Hollaaa! Hari sabtu nih, mendung lagi. Daripada tiduran terus seharian, mending oprek-oprek windows phone. Ya gak? hehe. Ketika lagi semangat mau coba-coba bikin aplikasi windows phone, tiba-tiba device windows phone saya gak ke-detect sama komputer. Pas saya mau coba testing aplikasi ke device, muncul tulisan kalo ga ada device windows phone yang tersambung komputer. Padahal device saya juga udah di unlock ke dev center. Emang sih kebetulan komputer saya baru saja diinstal ulang pake Windows 8.1 terbaru *pamer* dan visual studionya pun harus diinstal lagi. Walaupun sempet bingung, akhirnya ketemu juga cara bikin device kita ke-detect Senyum

Jadi, pertama-tama kita masuk ke device manager dan pilih portable device. Nanti ada disitu nama device kita di list. Tinggal klik kanan aja habis itu.

image

Setelah itu, pilih aja bagian “search automatically for updated driver software”.

image

Setelah nunggu beberapa saat, bakal ada pemberitahuan kalo Windows “Update the driver”.

Habis itu, jangan lupa cek apakah IpOverUsbSvc sudah running di services atau belum. Caranya cukup buka run—> ketikan “services.msc” pada kotak pencarian run –> pilih Windows Phone over USB Transport. Jika belum berjalan, tinggal pilih Start saja.

image

Yup. Itu aja langkah-langkahnya. Gampang kan. Tinggal deh tes device kita buat running aplikasi. Trust me it works Senyum dengan mulut terbuka